Home » » MENANGANI PENYAKIT TETELO PADA AYAM

MENANGANI PENYAKIT TETELO PADA AYAM

Written By Yus Wanto on Kamis, 28 Februari 2013 | 22.33


I.  Pendahuluan
 
Virus Newcastle disease (ND) yang di Indonesia lebih dikenal dengan penyakit tetelo harus tetap diwaspadai oleh seluruh peternak ayam. Bila terserang penyakit ini maka kerugian bisa amat besar mengingat cepatnya perkembangan virus. Tidak jarang peternak yang terserang penyakit ini rugi sampai ratusan juta rupiah karena ribuan ekor ayam mati dalam jangka waktu yang tidak lama

Tetelo merupakan penyakit ayam yang sangat merugikan, pertama kali ditemukan oleh Kranelved di Jakarta (1926). Setahun kemudian, virus tetelo juga ditemukan di Newcastle (Inggris). Sejak saat itu, penyakit ini dikenal sebagai Newcastle disease (ND) dan ditemukan di berbagai penjuru dunia. Di India penyekit ini dikenal dengan nama aaniket.

Virus ND termasuk dalam genus Rubulavirus, famili Paramyxiviridae. Tidak semua virus ND yang ditemukan bersifat ganas. Beberapa diantaranya hanya serangan ringan, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai bibit vaksin untuk mencegah penyakit ND yang ganas.

2. Klasifikasi Virus ND

Mengingat virus ND ada yang ringan dan ganas, ditentukan empat kelompok keganasan virus ND : Vilogenik (sangat ganas), mesogenik (Sedang), lentogenik (ringan), dengan cara menghitung waktu kematian rata-rata pada telur berembrio yang ditulari virus ND.

Diluar kategori di atas, ditemukan virus ND avirulent (tidak menimbulkan gejala apapun pada ayam). Maka kebanyakan vaksin aktif menggunakan virus ND lentogenik, sebagian kecil menggunakan galur mesogenik dan avirulent.

3. Penanganan Penyakit Tetelo

Di Indonesia, berbagai jenis vaksin ND tersedia dalam jumlah cukup, baik yang diproduksi dalam negri maupun luar negri.Para peternak ayam umumnya paham bahwa mereka harus memvaksinasi ayam secara teratur terhadap ND, disamping penyakit lain.

Satu hal yang masih jarang dilakukan peternak ayam adalah memantau hasil vaksinasi ND. Dengan mengirimkan sampel darah 2-3 minggu setelah vaksinasi ke laboratorium, peternak akan mengetahui apakah vaksinasi berhasil menimbulkan kekebalan.

Salah satu teknik yang dikembangkan dalam mengatasi serangan penyakit tetelo ini adalah dengan menggunakan vius ND itu sendiri. Namun virus ND yang digunakan adalah virus ND yang lemah dengan mencampurnya dengan pakannya atau yang biasa dikenal dengan Vaksin ND per oral.  Penggunaan metode ini terbukti cukup ampuh mengatasi serangan penyakit tetelo.

Pemberian vaksin ND per oral merupakan cara baru dalam pemberantasan penyakit tetelo, yaitu dengan cara mencampur vaksin dengan pakan sebagai karier vaksin. Vaksin ND per oral mengandung virus ND yang tidak ganas, dan tahan selama 2 minggu pada suhu 28 0 C, sedangkan pada suhu 40 C vaksin ini tahanberbulan-bulan. Jenis vaksin yang digunakan adalah vaksin RIVS 2 dan RIVS 3, dengan daya kekebalan mencapai 60 %.

4. Membuat vaksin per oral

Bahan dan Alat :

Bahan : Vaksin ND per-oral, gabah, beras (nasi Aron), air

Alat : Ember, gelas ukur, sendok

Pedoman teknis

Jenis pakan sebagai karier

Gabah  jenis kecil dapat langsung dipergunakan sebagai karier vaksin, sedangkan gabahjenis besar perlu direbus selama 10 menit dalam air mendidih, kemudan diangin-anginkan, jenis ini dapat dipergunakan sebagai karier untuk ayam dewasa. Nasi Aron (beras yang direbus selama 10 – 20 menit) setelah dingin dapat dipergunakan sebagai karier vaksin untuk anak ayam

Cara Pemakaian

Satu vial (botol kecil) vaksin ND per-oral sebanyak 2 ml dicampur dengan air bersih sebanyak 200 ml, kemudian disimpan dalam ember plastik. Kemudian campurkan pakan karier tersebut sebanyak 2 kg ke dalam larutan vaksin sedikit demi sedikit dan diaduk sampai rata.

Pakan yang telah dicampur dengan vaksin tersebut kemudian diberikan kepada ayam sebanyak 200 ekor, dengan cara ditaburkan ditempat bersih, teduh dan terindung dari sinar matahari langsung. Pakan yang telah dicampur dengan vaksin tersebut harus habis dipergunakan dalam waktu tidak kurang dari 4 jam.

Vaksin awal dilakukan dua kali (vaksin pertama dan booster) dengan interval 3 minggu. Untuk vaksinasi booster dilakukan tiga minggu setelah vaksin pertama, selanjutnya untuk vaksin ulangan dapat dilakukan setiap bulan (bulanan). Pemberian vaksin hendaknya dilakukan pagi hari sebelum ayam mendapatkan makanan lain.  
Penulis:Agung Nugroho Kusumo, Penyuluh WKP Bahagia Padang Gelugur
http://swarapertanian.blogspot.com/
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Blog Inter Aktif - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger